Gurita Cikeas
Posted on | January 2, 2010 | 9 Comments
Senin, 28 Desember 2009 20:07 WIB
Tepat sekali judul yang dipakai serta ilustrasi yang dipergunakan. Tangan gurita berjalan ke mana-mana dan bisa membelit apa saja. Buku “Membongkar Gurita Cikeas” telah membelit ke mana-mana, mulai dari Presiden dan keluarganya sampai penulis buku itu sendiri, George Junus Aditjondro.
Nah inilah sekelumit kisah demokrasi di negeri ini, kebebasan mengemukan pendapat melalui tulisan di jamin oleh UU sehingga ada yang berpendapat buku tersebut tidak usah di tarik, jika kurang berkenan pihak pemerintah harus mengeluarkan buku tandingan yang membantah pakta yang ada dalam buku Gurita Cikeas tersebut. jika anda berminat download di sini
Namun yang penting apapun problem negara ini kita berharap dapat di selesaikan dengan cara hukum bukan dengan kekerasan. Saya kira penyelesaian dengan hukum lebih elegan. Lantas menurut para sahabat bloger bagaimana ya….
Comments
9 Responses to “Gurita Cikeas”
Leave a Reply





January 2nd, 2010 @ 6:11 am
Assalamu’alaikum,
Selamat Tahun Baru, semoga ditahun ini, semakin bertambah ketakwaan kita kepada Allah Swt, dan semoga kita bisa lebih sukses dari tahun sebelumnya. Maaf, saya lama absen ngeblog, jadi baru sempat balas kunjungan sekarang. (Dewi Yana)
Dewi Yana´s last blog ..Sabar dan Syukur
[Reply]
January 2nd, 2010 @ 9:52 am
Seharusnya SBY bersikap fair. Kalau Gurita itu banyak kekeliruan, cobalah tulis sebuah buku yang dilengkapi dengan data-data yang valid bahwa buku George itu tidak benar.
Kalau hanya lontaran statemen, tidak akan menyelesaikan masalah. Di sini, tentu diperlukan kejujuran semua pihak.
Terima kasih.
Salam
abdul aziz´s last blog ..Iman, Sebuah Pembenaran Aplikatif
[Reply]
January 2nd, 2010 @ 3:16 pm
Selamat Pagi Pak..
saya pribadi setuju dengan pendapat PakWo
jika pemerintah merasa terganggu oleh goresan tinta pengarang buku tersebut, maka mereka harus mengeluarkan tandingannya bukan melarang terbit atau ditarik dari peredaran
-salam-
Hariez´s last blog ..Lelah Hati
[Reply]
January 2nd, 2010 @ 11:19 pm
Assalamu’alaikum, ohya dewi saya dapat memahaminya, semoga dewi selalu sukses
[Reply]
January 3rd, 2010 @ 3:07 am
@Hariez, ya sahabat kedepan kita berharap bangsa ini lebih dewasa dalam berdemokrasi
[Reply]
January 3rd, 2010 @ 3:08 am
@abdul aziz, okey buku tandingan harus perlu dengan didukung oleh data yang palid biar kita bisa memahami apa yang terjadi sebenarnya
[Reply]
January 10th, 2010 @ 4:58 pm
Kalo saya pribadi… merasa sangat lucu dengan si penulis Gurita Cikeas ~G.J. Aditjondro tuh…
Betapa tidak, Beliau seorang DOKTOR… akan tetapi menulis sebuah buku tentang ’suatu hal’ YANG HANYA DIDASARKAN PADA OPINI BELIAU… atau SUDUT PANDANG BELIAU semata…
Pernyataan Beliau di media beberapa waktu yang lalu, “Saya memperoleh sebagian besar informasi itu dari INTERNET. Akan tetapi, cara saya membaca informasi kan berbeda dari orang – orang pada umumnya.”
Padahal dia tuh seorang DOKTOR. Seharusnya jika ingin MENULISKAN KARYA ILMIAH… harus disertai BUKTI yang bener – benar nyata, akurat, dan benar – benar valid lah…
Misalnya… Beliau memang MENJADI KORBAN DARI MASALAH ITU, TERLIBAT SECARA LANGSUNG, atau paling nggak MENERIMA INFORMASI ITU LANGSUNG DARI KORBAN, ATAU PELAKU…
Saya pribadi menilai… ACARA INSERT INVESTIGASI di salah satu TV swasta yang membahas soal BAKSO DAGING TIKUS, masih jauh lebih cerdas di banding Buku Gurita Cikeas, karena acara TV itu.. langsung menghadirkan si pelaku sendiri untuk menceritakan perbuatannya.
Saya mungkin juga sudah kehilangan simpati dengan Pak SBY yang notabene adalah Presiden pilihan saya di Pilpres kemarin… Tapi buku Gurita Cikeas ini… jelas nggak ada artinya sama sekali. Lucu mengingat itu ditulis oleh seorang DOKTOR.
Rizal´s last blog ..Your Life is Your Responsibility
[Reply]
January 10th, 2010 @ 8:09 pm
banyak yg nyari topik ini di Google
imadewira´s last blog ..Komentar Spam Bahasa Indonesia
[Reply]
January 13th, 2010 @ 11:17 pm
Kalau menurut saya, buku ini cuma mencari sensasi. Walaupun saya juga mendukung sikap kritis masyarakat terhadap pemerintahnya yang dicurigai korup, tapi cara yang dilakukan george ndak elegan.
Saya juga ndak yakin bahwa SBY yang menarik peredaran buku itu. Ndak ada satu pun orang yang bisa melakukan itu termasuk presiden. Pelarangan beredarnya buku cuma bisa dilakukan melalui keputusan Kejaksaan Agung, dan itu pun memerlukan waktu 3 bulan.
Saya malah berpikir, penarikan buku itu dilakukan justru dalam rangka pemasaran sehingga buku itu menjadi lebih laku. Semoga saja saya salah.
Tapi apa pun itu, saya menghargai upaya orang untuk membuat buku. Bahkan buku yang isinya tentang bagaimana menggunakan facebook pun tetap saya hargai.
[Reply]