MTQ Dalam Penomena Otonomi Daerah
Posted on | January 1, 2010 | No Comments
MTQ merupakan kegiatan perlombaan bacaan Al-Quran…dengan berbagai kelas dan dilaksanakan mulai dari tingkat desa kelurahan sampai ketingkat propinsi dan tingkat nasional. Kegiatan seperti ini adalah positif . Dengan tujuan untuk melestarikan seni baca kitab suci tersebut dan diharapkan akan tertanam rasa cinta pada Al-Qur’an.
Kaitan dengan otonomi daerah, dalam pelaksanaan otonomi daerah. Pemerintah daerah mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan hal tersebut. Sudut pandang pemerintah daerah adalah yang penting ajang perlombaan ini adalah untuk cari nama dan popularitas daerah untuk mendapatkan juara.
Muara pola pikir tersebut adalah tidak melihat proses lagi. Pemerintah daerah berusaha membayar . Qori dan Qari’ah yang telah berhasil mengikuti lomba pada kompetisi sebelumnya. Mereka di bayar dan di jemput atau di beri transportasi untuk mengikuti lomba .
Jadi Esensi acara perlombaan ini hilang…pemerintah daerah tidak mau lagi mengikuti proses pembinaan peserta dari daerah. Yang penting juara….caranya tinggal beli atau catar saja.
Ini pengalaman saya sendiri , bertahun –tahun saya mengantar anak saya belajar dan berlatih membaca seni baca Al-Qur’an , dan pada tingkat kecamatan dia dapat juara I ( satu) dan ketika pada tingkat kabupaten tidak di panggil untuk ikut lomba… karena pemerintah dengan panitia penyelenggara telah membeli atau mencatar dari daerah lain.
Semenjak peristiwa tersebut , jika ada acara MTQ di TV langsung saya matikan….nah inilah penomena prilaku otonomi daerah yang tidak siap dan tidak mau menerima kenyataan. Masing-masing kabupaten ingin menonjol diri dengan cara yang tidak sportif. Bagaimana dengan pendapat teman-teman …?
Comments
Leave a Reply




