Mengenal Diri Melalui Proses perkembangan biologis
Posted on | August 7, 2009 | 3 Comments

Janin Usia 16 Minggu.
Photo ini adalah suatu pakta, agar kita dapat mengenal siapa diri kita yang sesungguhnya. Karena dengan mengenal diri kita sendiri mungkin kita lebih bijak sana dalam hidup bergaul di tengan masyarakat dan tidak memandang stastus sosial sebagai alat ukur dalam menilai seseorang.
Betapa indahnya kehidupan ini bila kita telusuri, bagaimana proses kejadian kita. Di awali dengan rasa cinta yang bergelora, dari kedua jenis kelamin yang berbeda adam dan hawa. Sehingga berbuah manis yaitu berupa janin. Sungguh suatu keajaiban yang luar biasa yang tidak sanggub manusia manapun untuk mengungkapkan tahasia keajaiban tersebut. Janin itu adalah kita yaitu manusia. Untuk melindungi janin tersebut sudah dipersiapkan rasa sayang yang tidak terbatas, oleh ibu dan ayah. betapapun berat penderitaan pada masa hamil tersebut. Sekarang kita yang sudah dewasa, seakan -seakan lupa bahwa kita dijadikan dari setetes air, bahkan kalaulah kita tidak mengenal diri kita, siapa diri kita, dapat menyeretkan manusia tersebut dalam keangkuhan.
Photo tersebut adalah suatu bukti untuk menyadarkan kita, bahwa tanpa kemurahan sang pencipta tentu kita tidak ada arti apa-apa. Tulisah ini tiada lain adalah untuk mengenang reuni kita ketika dalam rahim … dengan tujuan kita tidak terlalu gembira disaat bahagia dan tidak terlalu berduka dan merana bila mendapat ujian …maksudnya menjaga keseimbangan gitu…lo…
Comments
3 Responses to “Mengenal Diri Melalui Proses perkembangan biologis”
Leave a Reply




August 7th, 2009 @ 6:35 am
benar pakwo, proses kehidupan itu guru sejati bagi manusia. banyak sekali hikmah di sana, baik yg terlihat sangat nyata maupun tersembunyi.
pilihannya, kita bisa nggak memanfaatkannya sebagai rel menuju ridlo-NYA
guskar´s last blog ..IPA Kok Menyeramkan?
August 7th, 2009 @ 7:03 am
@guskar, Pilihan?… ya… untuk membawa kita selamat dunia dan akhirat
August 9th, 2009 @ 7:39 am
Subahanallah. Manusia tidak akan menjadi siapa-siapa kalo tidak ada campur tangan Tuhan di dalam Rahim. Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi diri saya pribadi. Salam kenal.